PANDUANEKA

Aneka Panduan & Solusi Anda

05 October 2017

12 Jenis Konten yang Potensial Mendapatkan Lebih Banyak Pembaca

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menyinggung sedikit pembahasan mengenai tipe konten ini dalam artikel cara membuat kerangka tulisan yang benar. Kali ini saya mencoba untuk mengulas secara lebih luas 12 jenis konten yang berpotensi untuk mendatangkan dan memikat pengunjung blog.

Membuat konten blog yang menarik agar memikat perhatian pengunjung hingga akhirnya mendatangkan banyak traffik kunjungan ke blog sudah merupakan suatu keharusan.

Dari beberapa artikel yang saya baca dan forum yang saya ikuti, ada beberapa ciri konten yang paling diminati pembaca :

  • Memiliki narasi (alur) cerita yang runtut;
  • Menguatkan asumsi atau keyakinan
  • Atau sebaliknya, berlawanan dengan asumsi atau keyakinan;
  • Membongkar rahasia;
  • Inspiratif;
  • Mengandung tips atau panduan praktis;
  • Membuat kita tersenyum atau tertawa;
  • Memuat fakta yang tidak terduga;
  • Mengharukan.

Artikel anda yang memiliki minimal salah satu dari ciri-ciri di atas berpotensi memuaskan pembacanya dan memungkinkan mereka untuk share kembali artikel kita lewat berbagai media sosial.

Selain itu, ada beberapa jenis konten yang meskipun tidak mengandung salah satu dari ciri-ciri di atas tetapi tetap berpotensi mendatangkan visitor untuk membacanya.
12 Jenis Konten yang Potensial Mendapatkan Lebih Banyak Pembaca

Jenis konten untuk memikat pembaca

Berikut beberapa tipe konten yang paling berpotensi untuk mendatangkan banyak pengunjung :

1. Panduan (guide)

Panduan berbeda dengan tips. Panduan memiliki ciri pada materi panjang dan menyeluruh tentang cara melakukan sesuatu.

Jenis konten ini jika dibuat sebagai konten di blog, biasanya berbentuk satu artikel panjang lebih dari 1000 kata, atau dipecah dalam beberapa artikel bersambung.

Biasanya tipe ini kemudian dibuat dalam bentuk ebook atau PDF, yang menjadi semacam buku panduan bagi pengunjung terkait hal yang mereka butuhkan.

Untuk membuat panduan ini terbilang sulit karena memerlukan ide yang kuat dan data yang komprehensif.

2. Kiat

Tipe kiat lazim disebut dengan tips/trik. Kalau pada tipe panduan (guide) lebih merujuk pada jenis artikel yang panjang dan lengkap, maka tipe kiat lebih cenderung dengan materi yang simpel, praktis dan biasanya bisa langsung diterapkan, contohnya cara mengubah file dari format Word menjadi PDF termasuk dalam tipe ini.

Satu poin penting dalam pembuatan konten jenis kiat adalah untuk menyusunnya semudah mungkin untuk diikuti pembaca. Instruksi dan langkah-langkahnya jelas, bahkan lebih bagus lagi kalau dilengkapi gambar pada tiap langkah yang disajikan.

3. Infografis

Tipe konten ini merupakan visualisasi data yang dikemas dalam bentuk grafis dan gambar. Dalam beberapa tahun terakhir konten ini sedang populer bahkan cenderung lebih disukai pembaca ketimbang jenis konten lain.

Untuk membuat infografis, diperlukan ketrampilan desainer grafis, karena desain yang bagus dan enak dilihat sangat menentukan kekuatan tipe konten ini untuk mendukung bobot informasi dan data yang ada.
12 Jenis Konten yang Potensial Mendapatkan Pembaca Lebih Banyak

Model konten infografis ini cocok untuk menampilkan informasi seperti data, hasil riset, atau statistik yang biasanya penuh angka-angka menjadi mudah dan enak dibaca dan dipahami.

Saat ini untuk membuat infografis bisa dibuat oleh siapa saja, termasuk yang awam masalah desain grafis karena sudah ada software maupun aplikasi online yang bisa digunakan untuk membuat infografis dengan mudah. Anda bisa menggunakan software Ronya Soft Poster Designer ataupun aplikasi online seperti canva.com atau pictochart.com

Anda tinggal memilih desain infografis yang diinginkan lalu masukkan data dan informasi anda, sangat simpel dan mudah.

4. Meme

Kelebihan utama konten ini terletak pada kualitas humornya, dan kebanyakan orang termasuk saya menyukai sesuatu yang bisa membuat tertawa. Meme sangat potensial untuk mendapatkan share yang tinggi di media sosial, apalagi jika meme anda mengandung topik yang lagi viral.

Saat ini untuk membuat meme tidaklah sulit. Siapapun bisa membuat meme. Anda bisa menggunakan aplikasi online  seperti Meme Generator dan Quick Meme. Tinggal upload gambar dan memasukkan teks anda maka jadilah meme buatan anda sendiri.

Kekurangan jenis konten ini kurang cocok jika dibuat untuk blog yang membahas topik yang serius. Konten meme ini lebih cocok digunakan untuk blog yang membahas topik-topik ringan, misalnya hiburan dan tips-tips seputar kawula muda.

Tapi jika ingin sesekali bergurau lewat media sosial, maka tipe ini adalah pilihan terbaik.

5. Video

Dari sisi teknis, jenis konten video ini relatif paling sulit dibuat dan berbiaya mahal. Keunggulan tipe ini adalah adanya kombinasi audio visual. Bentuk video sangat beragam sesuai pesan yang ingin disampaikan, bisa peliputan, dokumenter, komedi, percobaan, bahkan tips dan tutorial.

Meskipun terbilang sulit jika digarap dengan baik, jenis konten video sangat potensial menarik banyak pengunjung.

Dalam pembuatan yang perlu diperhatikan adalah durasi. Hal ini berkaitan dengan pemakaian data pengunjung dan faktor kelelahan mata. Video lebih dari 10 menit berpotensi untuk di close penonton karena memakan banyak pemakaian data. Video yang berdurasi panjang juga bisa melelahkan mata pengunjung.

Tapi, semua kembali ke masalah isi video, jika video anda memiliki isi yang menarik, biasanya pengunjung tetap akan setia menonton.

Anda bisa memasukkan video buatan anda ke dalam artikel sebagai penguat isi dari pembahasan artikel.

6. Opini

Pendapat atau pandangan seseorang, terutama terkait topik/isu besar yang lagi viral, bisa menarik perhatian publik. Logikanya, orang cenderung selalu ingin tahu apa kata orang lain.

Selain faktor topik, individu yang mengungkapkan opini juga berpengaruh besar. Orang lebih cenderung tertarik pada pandangan seorang tokoh publik, seperti presiden atau selebriti.

Anda bisa mencuplik pandangan salah satu tokoh publik terkait isu yang sedang hangat di masyarakat dalam artikel anda.

7. Ulasan Produk

Tipe ini sering disebut review produk. Jenis ini potensial menarik minat pengunjung karena bisa membantu mereka mengambil keputusan sebelum memilih produk.

Lihat sekeliling anda, ada begitu banyak produk di pasaran yang datang silih berganti. Misalnya saja smartphone dalam satu merek saja bisa berpuluh-puluh produk yang beredar di pasaran.

Dengan banyaknya pilihan produk di pasaran membuat orang sering kebingungan dalam menentukan pilihan. Maka ulasan produk bisa membantu mereka untuk mengetahui secara detail produk yang mereka inginkan mulai spesifikasi, kualitas dan harga.

Review produk bisa anda buat dalam bentuk artikel bedah produk, komparasi dengan barang sejenis, atau bahkan video uji coba.

Dalam pembuatan review produk pastikan anda melakukan uji coba langsung terhadap produk tersebut sehingga pengunjung merasa yakin dengan ulasan anda, terlebih jika anda menyertakan video ujicoba anda tersebut pasti lebih menarik dan memuaskan pengunjung.

8. Daftar

Konten jenis ini populer dengan sebutan Listicle (artikel yang menyajikan list atau daftar).
Model konten ini sudah lebih dahulu dipakai oleh penerbit majalah. Dan banyak diterapkan oleh beberapa situs/blog hingga mendapat traffik pengunjung yang besar.

Kalau anda perhatikan pada beberapa sampul majalah, banyak menggunakan model ini dalam pembuatan cover.
12 Jenis Konten yang Potensial Mendapatkan Pembaca Lebih Banyak

Contoh penerapan model konten daftar pada majalah seperti cover diatas :

  • 5 Gaya Hijab Sporty
  • 6 Topping Ubi Panggang

Cara pembuatan jenis konten daftar ini relatif sama dengan penggarapan artikel pada umumnya, anda tentukan angka yang ingin ditampilkan dan susun penyajiannya dalam bentuk angka atau poin. Untuk deskripsi tiap poin bisa ringkas, atau panjang, tergantung materi dan karakteristik pembaca yang disasar.

9. Kompilasi

Faktor utama dari tipe ini adalah proses mengumpulkan bahan konten. Karena tipe ini menyajikan kumpulan konten pilihan yang disatukan dalam tema tertentu. Contohnya:

  • 7 Situs Penyedia Gambar Gratis Terbaik 
  • 5 Topik yang Paling Ramai Dibicarakan di Media Sosial pada 2017

12 Jenis Konten yang Potensial Mendapatkan Lebih Banyak Pembaca
contoh : artikel dari panduanim.com

Kompilasi biasanya disajikan dalam bentuk daftar dan sinopsis konten yang dipilih, lalu disematkan link ke sumber terkait.

Jenis ini kerap dirasakan menarik oleh pembaca karena membuat mereka ingin memastikan tidak tertinggal kabar atau informasi penting terkait topik yang mereka minati.

Kompilasi bisa dijadikan rujukan atau rekomendasi bagi pembaca dalam mencari sesuatu. Maka kumpulan rekomendasi pada satu artikel membantu mereka mengakses konten yang dibutuhkan secara praktis, tanpa perlu menyusuri satu per satu.

10. Studi Kasus

Jenis studi kasus sangat cocok untuk diterapkan pada konten yang relatif serius dengan karakteristik pembaca serupa. Studi kasus idealnya membahas sesuatu berdasarkan hal yang benar-benar terjadi; sehingga jauh dari kesan menampilkan informasi yang mengambang.

Studi kasus biasanya memiliki materi yang rumit dan kompleks. Pembuatannya membutuhkan data dan informasi yang lengkap. Dan disusun secara rapi dan memikat agar mudah diserap dan dipahami.
Cerita Sukses bisa menjadi salah satu contoh dalam jenis konten studi kasus ini.

11. Wawancara

Sedikit berbeda dengan jenis opini yang pendapat atau pandangan seseorang dinyatakan langsung, pada wawancara, narasumber hanya menjawab pertanyaan dari anda sebagai pihak yang mewawancarai terkait suatu topik.
12 Jenis Konten yang Potensial Mendapatkan Lebih Banyak Pembaca

12 Jenis Konten yang Potensial Mendapatkan Lebih Banyak Pembaca
contoh : artikel dari blogguebo.com

Dari hasil wawancara bisa anda tuangkan dalam bentuk artikel tanya jawab antara anda dan narasumber. Akan lebih menarik lagi jika artikel wawancara anda disertai dengan video hasil wawancara anda, setidak-tidaknya sertakan foto anda bersama dengan narasumber.

12. Hasil Riset

Pada tingkat pembuatan konten yang serius, tipe yang menyajikan hasil riset berupa data orisinal bisa dibilang menempati posisi atas. Karena pembuatannya paling sulit secara teknis dan membutuhkan waktu yang lama.

Konten ini juga potensial menjaring pengunjung, karena orang ingin tahu kesimpulan pendapat dari sekelompok responden tentang suatu hal. Di samping topik materi riset yang menarik, semakin detail teknik penggarapan dan banyak respondennya, maka semakin besar pula daya tarik temuannya.

Jika anda membuat tipe ini, jelaskan juga metode pengumpulan data, profil responden (asal, usia, dan jenis kelamin), dan kapan pengumpulan data dilakukan untuk memastikan pembaca mendapatkan informasi yang jelas saat membaca artikel anda.

Begitulah beberapa tipe konten yang potensial meningkatkan trafik pengunjung ke blog atau media sosial yang anda miliki. Menerapkan salah satu saja, dengan eksekusi yang mumpuni, kemungkinan berpeluang besar bisa berdampak baik pada kualitas konten anda.

Demikian sedikit informasi tentang beberapa jenis konten, semoga bermanfaat dan terima kasih sudah membaca artikel ini sampai selesai.

5 comments:

  1. terima kasih infonya jadi ada semacam informasi, sangat membantu

    ReplyDelete
  2. panjang lebar tapi simple, enak bacanya bikin ngiler, bisa aja kang eka ini, sip dah buat artikelnya

    ReplyDelete
  3. sangat menjelaskan dan dipraktekkan

    ReplyDelete
  4. Penataannya itu lho...salah satu kelebihan panduaneka yang patut dicontoh��
    Masalah mobile loading pun ciamik...mantap mas��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mas Mike ditunggu kunjungan berikutnya

      Delete

- Silahkan berkomentar sesuai topik.
- Mohon centang pada Notive me agar tahu balasan dari kami.
- Sebelum bertanya, silahkan Anda cari terlebih dahulu di kotak pencarian (Search)
- Untuk setiap komentar saya akan lakukan kunjungan balik ke situs Anda dengan atau tanpa komentar
Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya