PANDUANEKA

Aneka Panduan & Solusi Anda

31 May 2017

Dari Kerajinan Tong Bekas Pemuda Ini Sukses Meraup Jutaan Rupiah Setiap Bulan

Butuh kejelian dan kreativitas untuk merubah sebuah benda yang tidak lagi berguna menjadi benda yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Benda-benda yang biasanya langsung dibuang menjadi sampah pun bisa dimanfaatkan menjadi barang yang bernilai tinggi.

Bagi sebagian orang, drum atau tong bekas tidak lagi mempunyai nilai, bahkan menjadi limbah. Tetapi di tangan Dwi Aribowo dan Jasri, tong bekas bisa dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan dan furniture rumah tangga seperti meja kursi, rak televisi sampai almari.

Kerajinan tong bekas yang unik tersebut dapat dilihat di workshop mereka di Puri Yudhistira Regency No. 11 Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga Provinsi Jawa Tengah.

Ide awal pembuatan furniture dari tong bekas berasal dari banyaknya limbah tong yang tidak difungsikan. Melihat hal tersebut, dengan menggali informasi dan ide dari Google, Dwi Aribowo kemudian berupaya agar tong bekas tersebut dapat dimanfaatkan kembali.

Bersama dengan Jasri, kemudian mengembangkan kerajinan furniture dari tong tersebut dikombinasikan dengan kayu sehingga kelihatan lebih minimalis, klasik dan terkesan elegan.

Untuk bahan baku tong bekas didapatkan mas Dwi di daerah Kalibening, Kota Salatiga sebagai depo/pengepul tong-tong bekas.

Harga yang ditawarkan oleh mas Dwi Aribowo sendiri cukup variatif, mulai dari kisaran 1 juta sampai 5 juta tergantung dari bentuk dan tingkat kesulitan pesanan.

Konsumen bisa memesan jenis furnitur yang diinginkan, mulai dari bentuk, warna sampai jumlahnya kemudian baru bisa dikerjakan. Lama pengerjaan tergantung jumlah dan model yang diinginkan, rata-rata pesanan bisa dikerjakan dalam waktu 1 sampai 2 minggu.

Pemuda ini sukses meraup jutaan setiap bulan dari kerajinan tong bekas

Proses pembuatan kerajinan tong bekas


Proses produksi pembuatan furnitur dari tong bekas ini dimulai dari pemotongan tong sesuai kebutuhan. Kemudian dilakukan pembersihkan tong tersebut dari bekas-bekas oli.

Setelah bersih, kemudian dilanjutkan proses pengecatan dan penggabungan dengan unsur-unsur kayu yang sudah dibentuk sedemikian rupa.

Proses yang terakhir adalah finishing agar produk yang dihasilkan menjadi mengkilat. Sementara ini untuk semua proses pengerjaan dilakukan oleh mas Dwi Aribowo dan pak Jasri sendiri.

Meskipun hanya dikerjakan berdua, tetapi dalam satu bulan mampu memproduksi 5 set meja, dimana satu set terdiri dari 4 kursi dan 1 meja dengan omset rata-rata per bulan bisa mencapai 15 juta.

Untuk saat ini karena masih terkendala dalam masalah permodalan, produk yang dihasilkan hanya untuk memenuhi pesanan belum mampu menyediakan stok dan display barang.

Mas Dwi mengungkapkan, karena belum adanya sumber pendanaan bagi bisnisnya ini, terkadang membuat proses produksi menjadi terhambat.

Misalnya saja untuk proses pengecatan, karena belum ada tempat khusus sehingga masih sangat tergantung pada cuaca, kalau sedang turun hujan maka proses pengecatan tidak bisa dilakukan.

Hal lain yang menjadi kendala adalah pemasaran. Tantangan besar yang dihadapi oleh Tongxis Furniture adalah anggapan dari masyarakat yang masih menganggap karya ini belum bernilai tinggi.

Tidak seperti masyarakat luar negeri yang cenderung lebih menghargai barang-barang bekas yang dimanfaatkan ulang, kebanyakan masyarakat kita lebih suka sesuatu yang baru.

Pemasaran produk furniture dari tong bekas


Untuk pemasaran produk yang diberi label dagang Tongxis Furniture ini di samping melayani pasar lokal Salatiga juga mulai mendapat pesanan dari berbagai kota seperti Solo, Jogjakarta, Semarang dan Jakarta.

Saat ini mas Dwi juga terus melakukan inovasi bisnis guna lebih memperluas dan memenangkan pangsa pasar serta meningkatkan omset bisnisnya.

Mas Dwi Aribowo berharap furnitur hasil produksi dari tong bekas miliknya ini bisa dikenal di mancanegara sehingga memungkinkan produk-produknya lebih tersebar.

Salah satu inovasi yang dilakukannya saat ini untuk pemasaran selain melalui pameran, mas Dwi juga mulai memanfaatkan sosial media sebagai tempat menawarkan produknya.

Ke depan, keinginan mas Dwi Aribowo adalah memiliki sebuah website untuk menampilkan display produknya sehingga produk-produk dari Tongxis Furniture bisa dikenal lebih banyak orang.

Di samping itu dengan adanya website diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara konsumen dan Tongxis Furniture.

Sebaiknya anda baca : 10 Cara Meningkatkan Omset Bisnis untuk Memperoleh Keuntungan Maksimal

Sebagai inspirasi untuk kita semua, ingatlah

Sesuatu yang dipandang remeh terkadang tersembunyi manfaat yang besar

Sekian sedikit cerita inspirasi dari Dwi Aribowo yang sukses mengembangkan usaha kerajinan tong bekas. Semoga bisa menjadi inspirasi dan motivasi dalam bisnis anda.

No comments:

Post a Comment

- Silahkan berkomentar sesuai topik.
- Mohon centang pada Notive me agar tahu balasan dari kami.
- Sebelum bertanya, silahkan Anda cari terlebih dahulu di kotak pencarian (Search)
- Untuk setiap komentar saya akan lakukan kunjungan balik ke situs Anda dengan atau tanpa komentar
Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya