PANDUANEKA

Aneka Panduan & Solusi Anda

26 July 2016

Lakukan 3 Langkah Praktis Ini Untuk Memilih Niche Blog Terbaik

"Dalam memilih niche blog sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan dan minat kita."

Mungkin anda pernah mendengar kalimat seperti di atas.

Kalimat di atas memang benar sekali, karena blog bisa diibaratkan sebagai mata hati kita. Apa yang tertuang dalam pikiran bisa kita tuangkan dalam blog.

Kalau anda memiliki skill dan minat tertentu anda bisa menuangkannya dalam blog anda tersebut.

Tapi untuk memilih niche blog yang sesuai dengan kemampuan dan minat kita ternyata bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Seringkali para blogger yang memutuskan berhenti di tengah jalan karena merasa blognya tidak bisa berkembang lagi.

Salah satu faktornya adalah mereka telah salah dalam memilih niche blog.
lakukan 3 langkah praktis ini untuk memilih niche blog terbaik

3 langkah mudah dalam memilih niche blog

Pada artikel kali ini saya akan membahas 3 langkah menentukan niche yang tepat sebagai kelanjutan dari artikel saya sebelumnya tentang bagaimana memilih niche yang tepat untuk blog dan bisnis online.

Kalau dalam artikel sebelumnya saya hanya membahas secara garis besar tentang pengertian niche dan bagaimana kita bisa mendapatkan ide dalam memilih niche, maka dalam artikel kali ini saya akan membahas tahap demi tahap proses memilih niche itu sendiri. Kalau anda belum mengerti apa itu niche dan apa bedanya dengan topik silahkan untuk membaca artikel saya sebelumnya terlebih dahulu.

Berikut langkah-langkah dalam memilih niche blog yang sudah saya terapkan :

Mari kita lakukan langkah demi langkahnya…

Langkah 1
Pertimbangkan niche yang akan dipilih

Sebagian orang berkata dalam pemilihan niche blog harus berdasarkan minat dan kemampuan, sebagian orang yang lain bilang minat tidak terlalu penting asalkan potensi dari niche tersebut besar.

Lantas, mana yang benar?

Jawabannya, Keduanya benar dan bisa digunakan sebagai pedoman.

Tapi tentu setiap orang itu berbeda. Mungkin saran dari si A cocok untuk si B tapi tidak cocok untuk si C.

Untuk itu, mari kita bahas dulu berbagai pertimbangan dalam memilih niche blog supaya anda tidak salah pilih dan salah langkah.

Berikut beberapa pertimbangan bagi anda dalam memilih niche blog.

1. Sebaiknya ikuti minat anda sendiri

Saya menyarankan untuk anda yang akan terjun di dunia blogging agar memilih bidang yang anda anggap menarik.

Hal ini mungkin bertentangan dengan sebagian besar blogger yang lain.

Banyak blogger yang sudah berpengalaman bilang bahwa mereka sendiri punya banyak blog dalam niche yang sama sekali tidak mereka kuasai, tapi blognya bisa menghasilkan uang puluhan hingga ratusan juta per bulannya.

Memang benar…tapi masalahnya….

Mereka itu orang-orang yang sudah lama berkecimpung di dunia blogging.

Mereka sudah paham dengan seluk-beluk blogging dan cara mengembangkannya termasuk membayar penulis untuk blognya.

Sedangkan bagi blogger pemula?

Kebanyakan mereka belum tahu cara membuat konten yang bagus, belum tahu cara mengembangkan blog, dan segala seluk beluk blog. Apalagi kebanyakan blogger pemula sangat minim modal sehingga sulit untuk membayar penulis.

Yang perlu diingat…

Blogging itu butuh dedikasi dan kerja keras.

Agar blog bisa berkembang dan mendapat banyak pengunjung konten blog dituntut harus berkualitas, maka mau tidak mau anda harus mempelajari niche yang anda pilih. Berarti disini anda dituntut untuk belajar 2 hal sekaligus, yaitu belajar blogging dan belajar nichenya juga.

Kalau anda tidak berminat dengan niche tersebut, anda akan cepat bosan.

Lagipula belajar sesuatu yang tidak kita sukai itu sulit dan rasanya tidak menyenangkan.

Dunia blogging ini berisi orang-orang yang antusias terhadap niche-nya masing-masing. Kalau anda tidak berminat, maka akan sulit bersaing.

Tapi jangan putus asa dulu… anggap itu sebagai tantangan untuk anda.

Coba bayangkan saja hal positifnya.

Dunia blogging itu enak dan menguntungkan…

Karena dengan memiliki blog kita bisa mendapatkan penghasilan tentunya dengan menulis hal-hal yang kita minati.

Tapi sebelum sampai ke arah sana, ini tugas anda

Abaikan potensi keuntungan di atas, abaikan kemampuan anda sekarang, silahkan buat daftar hal-hal yang anda minati.

Kalau anda masih bingung, ini rumusnya :
  1. Pikirkan rutinitas keseharian anda, apa kegiatan yang paling anda tunggu-tunggu?
  2. Apa kegiatan yang paling tidak pernah membuat anda bosan?
  3. Apa hal yang selalu muncul dalam hidup anda sejak bertahun-tahun yang lalu ?
  4. Komunitas/forum/kelompok/organisasi apa yang anda ikuti?
1 fakta lagi buat anda :
Banyak orang yang tidak sadar dengan minatnya sendiri
Sekali lagi, jangan pikirkan potensi penghasilan dan kemampuan anda, buat saja sebanyak-banyaknya. Bahkan yang sepertinya konyol sekalipun.

Misalnya saja anda waktu di kelas suka menggambar animasi tanpa memperhatikan bu guru yang sedang mengajar, maka ini termasuk minat.

Atau kalau anda suka main game di Android/iPhone, ini juga termasuk minat anda.

2. Ukur kemampuan dan pengetahuan anda

Saat anda menjadi blogger, maka saat itu juga blog anda akan jadi pusat pengetahuan.

Orang-orang yang ingin mempelajari suatu niche akan berdatangan ke blog anda dan belajar dari anda.

Maka, bayangkan:

Kalau kita tidak lebih pintar dari mereka yang ingin belajar, lalu bagaimana caranya kita bisa menjelaskan kepada mereka?

Tentunya dengan belajar, pastinya…dan ini sudah kita bahas di minat tadi.

Jadi, salah satu cara mencari niche untuk blog adalah dengan melihat kemampuan dan pengetahuan anda sendiri.

Tapi tunggu dulu…anda jangan berpikiran yang aneh-aneh dulu.

Meskipun di atas saya bicara “Anda harus lebih pintar”

Saya tidak bilang anda harus jadi pakar, guru, atau master.

Tapi yang saya tekankan adalah kemampuan relatif anda.

Artinya yang penting kemampuan anda di atas orang awam.

Ilustrasi gampangnya :

Misalnya kalau orang awam kemampuannya 0%, sedang seorang pakar/ahli kemampuannya100%, maka kalau kemampuan kita cuma 40% itu sudah OK.

Nanti setelah anda punya blog mau tidak mau juga akan belajar lebih banyak lagi tentang blog dan niche blog anda.

Oh iya, masih ada 1 alternatif lagi buat anda:

Jika anda masih merasa tidak percaya diri dengan kemampuan anda…

Coba buat blog tentang “catatan perjalanan” anda dalam mempelajari niche tersebut. Jadi blog ini isinya apa-apa saja yang anda pelajari.

Faktanya blog seperti ini banyak yang jadi populer lho.

Berikut beberapa pertanyaan yang memudahkan dalam mengukur kemampuan anda :
  • Apa hard skill yang anda miliki? (contoh: menulis artikel, programming, design grafis, menggambar, Bahasa Inggris)
  • Apa soft skill yang anda miliki? (contoh: gampang berteman, bisa presentasi yang menarik, percaya diri yang tinggi)
  • Apa pencapaian yang pernah anda dapatkan? (contoh: menurunkan berat badan, punya pacar, sembuh dari depresi)
  • Apa pujian yang pernah anda dapatkan dari orang lain? (contoh: pintar make up, pintar menyanyi, punya pendapat politik yang menarik, selera humor yang tinggi)
Semua contoh masing-masing pertanyaan tersebut bisa jadi blog yang sukses kalau serius digeluti.

3. Melihat fenomena yang sedang atau akan tren (viral content)

Ada satu ungkapan yang mendasari pertimbangan ketiga ini, yaitu ungkapan “Siapa cepat dia dapat”

Ya, ungkapan ini sering kita dengar dan sesuai dengan apa yang akan saya utarakan berikut ini.

Pada kenyataannya dalam segala bidang, siapa yang paling cepat biasanya bakal punya potensi terbesar untuk unggul dan jadi sukses. Ini sudah seperti hukum alam.

Hal ini bisa anda jadikan sebagai niche blog.

Kalau kita tahu tren yang sekarang sedang naik daun atau akan segera naik daun, kita akan sangat termotivasi untuk mengejar tren tersebut.

Apalagi kalau kita juga berminat terhadap bidangnya.

Contohnya kalau Samsung mengeluarkan produk gadget terbarunya yang sedang populer.

Kalau kita jadi yang pertama membahas produk tersebut, kita juga akan ikut jadi populer.

Tapi yang perlu diperhatikan :

Jangan pilih tren yang sifatnya sesaat. Seperti fenomena batu akik beberapa waktu yang lalu.

Boomingnya hanya beberapa bulan, lalu anjlok.

Kalau anda memulai blog dengan niche ini, populernya cuma sebentar.

Yang perlu dicatat tren ini tidak bisa hadir setiap saat bahkan mungkin baru muncul dalam jangka waktu yang lama.

Setelah langkah pertama sudah berhasil anda lakukan, maka sekarang anda sudah punya belasan atau puluhan pilihan niche untuk blog anda.

Kalau anda belum mengetahui langkah pertama dalam memilih niche, saya sarankan anda untuk membaca panduannya terlebih dahulu di 

Tapi tentunya tidak semua niche akan anda gunakan bukan ?

Anda hanya perlu memilih niche mana yang terbaik bagi blog anda.

Disinilah biasanya seorang blogger pemula akan mengalami kebingungan.

Langkah 2
Menentukan niche blog terbaik

Dalam langkah 2 inilah kita akan ambil keputusan.

Sebelum kita melangkah lebih jauh, kalau anda memiliki banyak niche, maka sebaiknya anda saring dan pilah terlebih dahulu niche mana yang tidak terlalu bagus. Agar nantinya anda lebih mudah dalam memilih niche yang pas.

Sebagai panduan, silahkan anda jawab beberapa pertanyaan berikut untuk setiap niche :

1. Seberapa besar ketertarikan anda dengan niche tersebut ?

Sebelum kita lanjut, ada satu hal yang perlu digaris bawahi disini adalah

Minat itu tidak selalu membuat seseorang antusias dalam blogging.

Meskipun anda tertarik dengan suatu niche, tapi bisa jadi anda tidak akan suka kalau disuruh menulis tentang niche tersebut.

Gambarannya seperti contoh berikut ini :

Saya suka nonton main game.
Saya di rumah sering main game PC atau PS, saya juga sering ke warnet untuk main game online, saya punya banyak file game di hard disk komputer, saya juga maniak game lewat smartphone.

Tapi kalau nulis tentang game?

Saya kurang tertarik.

Jadi, minat itu belum tentu membuat kita “tertarik” untuk menulis.

Coba anda pikirkan 2 hal berikut ini :
  • Apakah anda sanggup untuk menulis artikel atau konten dengan niche tersebut dalam waktu yang lama bahkan bertahun-tahun ?
  • Apakah anda sanggup jika disuruh membaca buku 100 halaman tentang niche tersebut?
Kalau anda tidak sanggup, berarti niche tersebut kurang tepat buat anda.

2. Apakah niche yang akan anda pilih berpotensi menghasilkan uang ?

Seperti yang pernah saya singgung dalam artikel saya lainnya, bahwa hampir sebagian besar orang yang mulai membuat blog biasanya bertujuan karena ingin mendapatkan penghasilan dari blognya.

Tapi yang menjadi problem…
Tidak semua niche bisa menghasilkan uang.

Berbicara masalah penghasilan, jangan samakan antara jumlah visitor atau pengunjung blog dengan jumlah penghasilan.

Ada niche yang bisa mendapatkan banyak visitor dengan mudah tetapi punya potensi penghasilan yang kecil.

Tetapi ada juga yang sebaliknya…
…visitornya sedikit, tapi punya potensi penghasilan yang besar.

Jadi, jumlah visitor suatu blog bukan jaminan bagus/tidaknya suatu niche.

Maka untuk itu yang harus anda perhatikan dalam menentukan suatu niche adalah hal-hal berikut:
  1. Apakah di luar sana ada orang yang hidupnya terbantu kalau anda menulis artikel dengan niche tersebut?
  2. Apakah orang-orang tersebut rela mengeluarkan uangnya dalam niche tersebut?
  3. Apakah ada produk, jasa, atau event yang bisa dibuat terkait niche tersebut?
  4. Apakah sudah ada yang berhasil melakukannya dengan niche tersebut ?
Khusus pada point keempat saya ingin tekankan :

Banyak sekali orang beranggapan karena suatu blog/bisnis tidak ada saingannya, maka blog/bisnis mereka bisa sukses dengan mudah.

Yang terjadi justru sebaliknya.

Suatu niche/bisnis tertentu kalau tidak mempunyai saingan berarti niche tersebut tidak menarik dan tidak menguntungkan.

Makanya tidak ada orang yang mau bersaing dengan niche tersebut.

3. Seberapa banyak masalah/hal yang bisa dibahas dalam niche tersebut ?

Kunci suatu blog itu dapat hidup jika terus diupdate secara rutin dengan konten-konten baru.

Kalau niche yang kita pilih ternyata hanya sedikit yang bisa dibahas, maka blog tersebut akan sulit berkembang.

Maka sebaiknya anda dihindari.

Untuk membantu anda, coba lakukan hal berikut ini :

Untuk setiap niche yang masih tersisa saat ini, pikirkan setidaknya 10 judul artikel yang bisa dibahas dalam berbagai topik.

Kalau tidak bisa, berarti ada 2 penyebabnya:
  1. Anda kurang paham/berminat dengan nichenya
  2. Nichenya terlalu sempit
Kalau nichenya terlalu sempit, potensi penghasilannya menjadi sangat kecil.

Sehingga kemungkinan anda hanya akan buang-buang waktu saja.

Setelah melakukan pemilihan niche dengan beberapa kriteria seperti di atas seharusnya anda sudah mempunyai satu niche pilihan.

Jadi anda sekarang sudah tahu niche apa yang tepat.

Tapi kita belum selesai sampai disini.
Masih ada 1 tahapan lagi yang jauh lebih penting

Langkah 3
Beri perbedaan pada niche anda

Sebelum kita masuk ke langkah terakhir ini, saya akan memberikan satu catatan penting :

Langkah ketiga ini menurut pengamatan saya sering diabaikan padahal sangat penting.

Menurut saya, justru langkah terakhir ini jauh lebih penting daripada langkah pemilihan niche itu sendiri.

Dalam kacamata skor, maka pemilihan niche itu baru 50%,  dan sisanya adalah dalam langkah ketiga ini.

Mengingat pentingnya langkah ketiga ini, agar anda tidak kebingungan mencari panduannya, maka akhirnya saya gabung menjadi satu dalam artikel ini.

Bagian ini sebenarnya cukup panjang tapi saya buat sederhana agar mudah dipahami.

Kenapa langkah ketiga ini menjadi penting ?

Sebelumnya saya akan memberi gambaran sederhananya, memberi perbedaan pada niche blog adalah strategi atau cara agar menjadi lebih menonjol dibanding pesaing lain dengan cara menjadikan niche blog kita berbeda. 

Tujuannya agar pengunjung mempunyai alasan yang kuat untuk memilih kita, bukan ke pesaing kita.

Ibarat kalau kita berbelanja di pasar, ada banyak sekali penjual yang memperdagangkan satu jenis yang sama, misalnya pakaian wanita. Di antara kios yang ada, terdapat satu kios pedagang yang menawarkan pakaian wanita dengan harga diskon sampai 50%.

Tentunya kita akan melirik kios yang menawarkan diskon karena ada sesuatu yang berbeda dari kios-kios yang lain. 

Mungkin anda sudah mengetahui, bahwa persaingan dalam dunia blogging sangatlah ketat, setiap saat selalu tumbuh blog-blog baru sehingga kompetisi untuk meraih ranking 1 sangatlah sulit.

Tapi sekali lagi jangan patah semangat....

Justru sesuatu kalau tidak ada kompetisi malah mencurigakan dan ingat satu pepatah :

"Ada gula ada semut", anda pasti tahu maknanya bukan ?

Setelah sedikit mengetahui pengertiannya, saatnya kita melalukan langkah terakhir ini. Setidaknya ada 5 tahap yang saya gunakan dan bisa anda lakukan untuk menemukan niche terbaik

Tahap 1
Deskripsikan niche anda dalam satu kalimat

Mulai dari yang paling dasar dulu.

Apa tujuan dari blog anda?

Sebagai ilustrasi, saya akan menggunakan niche tentang Blogging.

Maka kalimatnya adalah :

“Blog ini memberikan panduan untuk belajar blogging”.
Atau misalnya blog ini isinya info atau tren terbaru maka kalimatnya bisa seperti ini:

“Memberikan informasi terkini seputar blogging”.

Intinya, coba pikirkan tujuan dari blog anda tersebut lalu buat dalam sebuah kalimat.

Tahap 2
Tentukan target pembaca yang terbantu dengan blog anda

Tujuan seseorang membaca blog adalah karena mereka butuh bantuan atau info dari anda. Mereka ingin hidupnya jadi lebih mudah setelah membaca blog anda.

Lantas, siapa yang akan terbantu dengan adanya blog anda?

Kita gunakan ilustrasi yang sama seperti di langkah 1.

Ini untuk blog yang berisi panduan blogging :

“Orang-orang yang ingin membuat blog yang sukses”.
Ini yang isinya berita:

“Orang-orang yang antusias dengan blogging dan ingin jadi yang pertama mengetahui informasi terbaru”

Dan yang perlu diingat…ini harus Terfokus (SPESIFIK).

Jangan cuma “orang yang ingin belajar blogging”. Lihat lebih ke dalam lagi, apa tujuan mereka ingin mempelajari hal tersebut.

Tahap 3
Pikirkan kenapa blog anda harus dikunjungi

Dalam langkah 2, kita sudah sedikit mempersempit nichenya supaya lebih terfokus dan tepat sasaran.

Tapi itu saja belum cukup.

Karena ada banyak blog yang isinya belajar blogging atau berita seputar blogging. Orang-orang tidak akan memilih blog Anda.

Inilah yang perlu kita ketahui.

Apa yang akan membuat orang-orang ingin datang ke blog anda?

Contohnya untuk blog panduan blogging:

“Ada panduan tahap per tahap untuk membuat blog yang bisa ditiru oleh pembaca sehingga mereka langsung bisa membangun blog mereka sendiri dari awal atau nol”.

Untuk lebih jelasnya  saya jelaskan sedikit…

Coba bayangkan anda sedang ingin belajar blogging.

Kalau ada sebuah blog berisi panduan blogging yang bisa langsung membuat anda menjadi bisa membuat blog sendiri… enak dan  dipermudah bukan?

Apalagi kalau blog-blog yang ada sekarang hanya berisi panduan yang sepotong-sepotong saja.

Jadi, dalam langkah ini kita mencari apa yang membuat blog kita menjadi berbeda dan lebih unggul dalam niche yang sudah kita pilih dibanding dengan blog lain.

Luangkan waktu sejenak anda 5-10 menit untuk tahap ini.

Tahap 4
Jelaskan kenapa anda dan blog anda adalah solusi yang tepat bagi mereka

Tingkat kredibilitas sebuah blog juga tergantung pada kredibilitas pemiliknya.

Jadi anda harus bisa menjelaskan alasan kenapa anda adalah orang yang tepat bagi mereka yang sedang membutuhkan solusi mengenai niche tersebut.

Ilustrasi sederhananya :

“Saya sudah sering membantu membuat blog untuk orang lain yang berniat terjun ke dunia blogging, dan beberapa di antaranya bahkan sudah berhasil menghasilkan setidaknya puluhan juta per bulan ke rekening mereka”.

Intinya, semakin “terlihat wah” tingkat kredibiltas anda pastinya akan semakin bagus untuk blog anda…

…tapi, sekali lagi seperti yang pernah saya ungkapkan, anda tidaklah perlu menjadi seorang ahli atau pakar.

Bisa juga seperti ini:

“Saat ini saya juga sedang dalam proses untuk belajar membuat blog, saya bisa membagikan apa yang sudah saya pelajari kepada blogger yang baru mulai sehingga panduannya jadi lebih mudah dipahami”.

Lebih mengena dan masuk akal juga kan?

Tahap 5
Gabungkanlah tahap 1-4 dan peganglah prinsip ini

Setelah tahap 1-4 selesai anda kerjakan, maka gabungkan dalam sebuah kalimat.

Ini yang sudah kita buat tadi :

“Blog ini memberikan panduan untuk belajar blogging kepada orang-orang yang ingin membuat blog sendiri. Ada panduan tahap per tahap untuk membuat blog yang bisa ditiru oleh pembaca sehingga mereka langsung bisa membuat blog sendiri dari awal atau nol.”

Kalimat inilah yang akan mencerminkan blog anda.

Selalu peganglah prinsip yang anda tulis dalam kalimat tersebut saat:
  • Membuat konten baru
  • Memperkenalkan dan mempromosikan blog anda
  • Memperkenalkan diri anda sendiri (kalimat di langkah 4)
Dan jangan pernah keluar dari prinsip yang sudah anda buat. Misalnya, kalau blog anda isinya panduan, jangan malah membuat artikel berita, hiburan atau sesuatu hal di luar topik panduan.

Itulah cara memberi perbedaan pada niche blog.

Maka sekarang blog kita sudah bukan sekedar “blog belajar blogging” lagi. Melainkan “blog dimana orang-orang bisa belajar membuat blognya sendiri”.

Penutup

Dengan mengikuti panduan bagaimana melakukan 3 langkah dalam memilih niche blog ini, semestinya sekarang anda sudah memiliki niche yang tepat untuk blog anda.

Semoga dengan coretan sederhana saya ini, anda dapat sudah memiliki niche untuk blog anda sendiri.

Jika anda mengalami kesulitan mengenai langkah-langkah dalam memilih niche blog, jangan sungkan yah untuk bertanya melalui kotak komentar yang telah disediakan. Sampai jumpa dan terima kasih banyak sudah membaca artikel pendek saya ini.

Jika anda suka atau merasa artikel ini bermanfaat, silahkan SHARE melalui tombol Social Media (Facebook, Twitter, dan Google+) yang kami sediakan. Terimakasih :)

No comments:

Post a Comment

- Silahkan berkomentar sesuai topik.
- Mohon centang pada Notive me agar tahu balasan dari kami.
- Sebelum bertanya, silahkan Anda cari terlebih dahulu di kotak pencarian (Search)
- Untuk setiap komentar saya akan lakukan kunjungan balik ke situs Anda dengan atau tanpa komentar
Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya